google.com
Mendung
lalu telah berganti sinar yang cerah. Lemah gemulai mencipta rindu di hamparan
langit. Aku, terjatuh pada keindahan langit, yang menyimpan berjuta rahasia ke-Maha
Besaran-Mu. Melukir indah tata surya dan gemintang serta benda langit yang
bertebaran tanpa saling bertabrakan.
Al-Kabiir.
Yang Maha Besar. Yang duduk di ‘Arsy.
Tak tersentuh
oleh mata penuh dosa. Tak mampu terjamah oleh akal manusia. Tak pula terendus setan
yang mencoba mencuri dengar.
Ketika
hati tersentuh cinta, kutengadahkan tangan meng-angkasakan doa. Berharap cinta
yang datang bukan karena inginnya nafsu duniawi. Bukan karena ketergesaan yang
akhirnya menciderai. Tapi, cinta karena keridhoan Illahi.
Allah…cukup
mendung lalu yang menyadarkanku bahwa, harapanku tak sejalan dengan takdir-Mu.
Cukup
mendung kemarin menyadarkanku bahwa cinta tanpa ridho-Mu akan berakhir kecewa. Kemudian
meninggalkan balutan luka yang dalam. Mencipta trauma yang begitu ngilu di
seluruh badan.
Ketika
hati tersentuh cinta, arahkan pada cinta yang sejalan dengan takdir-Mu. Karena luka
tak selalu mendekatkanku pada cinta-Mu. Sungguh, aku tak ingin lagi berjalan
sendiri menentukan takdirku.
Jika
cinta yang datang sebentar lagi bertakdir untukku, jangan biarkan hati lena
dengan bisikan syaitan yang mencoba menjauhkan dari keberkahan. Cukup Engkau
sebagai penolong untuk hati yang berharap hanya pada-Mu. Menjadikan cinta sebenar
pancaran kasih sayang-Mu.
Bantul, 21 Maret 2018—Menanti Takdir IndahNya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar