Tampilkan postingan dengan label Tulisan Teman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan Teman. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 April 2018

Karena Wanita Itu Perasa



Oleh : Fitri Muslimah
 Image result for wanita perasa
google.com

Bang Harbi   : “Mbak ini kata-katanya halus. Sampai saya banyak yang tidak paham.”
Saya             : "Iya, Bahasa wanita"
--------------------
Mengendapkan kalimat. Agar kalimat marah tak menunjukkan kemarahannya. Agar kalimat kecewa tak menunjukkan kekecewaannya. Agar semua yang sedang dirasa, terbalut oleh hikmah dan rasa syukur atas segala ketetapan-Nya dan tetap menumbuhkan semangat (karena wanita itu perasa)


Bantul, 5 April 2018

***
Menuliskan kembali quotes mbak Fitri, benar-benar membuatku baper. Mungkin memang aku yang dasarnya lebay atau lebih halusnya wanita perasa seperti judul di atas. Memang pada dasarnya wanita itu memiliki rasa yang halus dan peka. Bisa dibilang juga pandai menyembunyikan perasaan yang sedang dirasakan.

Contohnya, lagi marah atau kecewa dan ditanya, “Kamu kenapa?”

“Gakpapa,” jawabnya sambil tersenyum. Sebenarnya di balik kata “gakpapa” pasti ada bermacam-macam gejolak rasa yang sedang dirasakan. Untuk itu, laki-laki harus paham. kalau dibalas cuek, hati perempuan semakin terluka, karena yang dibutuhkan adalah pengertian dan perhatiannya. Jika pasangan halal, cobalah raih tangannya. Dekap tangannya di dadanya, dan kecup keningnya. Dengan begitu ia akan tenang (maaf yang nulis korban drama korea.hehe).
                                               

Ketenangan



Oleh : Fitri Muslimah

Image result for ketenangan
google.com 

Tak kan kau dapati ketenangan dan senyuman
Sebelum engkau berlepas diri dari padanya
Lepaskan dan kembalilah ke jalan yang Ia kehendaki

Tak akan pernah ada kebaikan yang membawa, selain ketenangan
Tak akan pernah ada keburukan yang membawa, selain pada kegusaran dan gundah gulana

Yakinlah bahwa Allah akan mencukupkan
Mencukupkan apa-apa yang kau butuhkan
Perhatikan lagi ke-mau-an mu
Apakah ia membawa kebaikan, atau malah menjerumuskan dalam keburukan.

Bantul, 5 April 2018
***
Quotes renungan dari mbak Fitri Muslimah. Semoga semakin menginspirasiJ


Senin, 09 April 2018

ABOUT MOM

Image result for gambar ibu
google.com
oleh : Putri Azalea


Pengalaman curhat pertama kali sama Ibu tentang ‘cinta yang kandas’. Dan, fyi my mom didn’t has experience about broken heart because of love.

Yaah, ketika aku memutuskan untuk curhat masalah itu -dengan berbagai macam pertimbangan dan gejolak diriku sendiri- akhirnya aku memberanikan diri untuk bercerita dari awal mulai kisah ku, sampai hal yang menyedihkan. Oke, aku bukan mau cerita masalah apa yang aku curhatkan ke Ibu. Tapi masalah ‘the power of mother’s hand’.

Karna Ibu belum pernah mengalami patah hati seperti yang aku rasakan saat itu, Ibu cuma bisa mengelus-elus kepalaku di atas pangkuannya. Sampai beberapa menit aku cuma bisa nangis, dan Ibu nungguin sampai aku sedikit tenang. Dan yah... meskipun aku belum cerita sama sekali, aku udah merasa tenang dan ringan. Ketika aku slesai cerita, Ibu hanya menanggapi dengan kembali bertanya ‘sesholeh apa orang yang kamu ceritakan itu’?. Dan kata-kata itulah yang menjadi kekuatan aku untuk bangkit dari masa lalu. Sampai sekarang ketika tiba-tiba ingat ‘dia sudah bahagia’ dan melow, kata-kata Ibu itu yang aku ingat. Dan nasihat Ibu meskipun ada kesamaan dengan nasihat teman-teman, tapi rasanya beda. Langsung nancep aja di hati. Dan tetiba clear aja masalahnya.

Hmmm.. Dan setelah selesai cerita dan tambahan nasihatnya, rasanya udah gak ada beban lagi.
Dan yang tambah aku bangga masih bisa curhat sama Ibu adalah, meskipun Ibu tidak merasakan sakitnya aku, tapi tetap ada air matanya yang menetes. Katanya saat itu ‘Ibu memang tidak pernah dan tidak tau bagaimana kamu. Ibu hanya bisa membantu dengan ikut nangis’. Melted banget rasanya. Dan aku jadi malu. Masa iya aku mau nangis terus cuma masalah kayak gitu.
Dan di akhir nasihatnya beliau berpesan ‘Laa khaula wala quwwata illaa billah’. Percaya sama kekuatan Allah.

Dan salah satu kekuatan Allah itu muncul dari diri seorang Ibu.

Maka, bersyukurlah kalian yang masih ada tempat untuk menuangkan cerita-cerita kehidupanmu -baca Ibu.

Ibu adalah teman, sahabat yang tidak pernah merasa lelah ketika kamu ingin bercerita. Di tengah malam waktunya istirahat, saat siang di sela-sela istirahatnya, atau di pagi hari sebelum Ibu memulai aktifitasnya, Ibu akan selalu siap menjadi tempatmu mencurahkan isi hati, setelah Allah Yang Maha Segalanya pastinya.

Ada yang punya pengalaman juga gimana ‘the power of mom?’ Kuy berbagi ceritanya 😄
____SELESAI___

***
Alhamdulillah dapat nutrisi tulisan dari teman.
Maaf sedikit edit, ya. Terus menulis. keep Fighting!