Oleh: Nin Wahyuni
Jatuh? Setiap
orang pasti pernah mengalami jatuh. Mengalami kesakitan yang luar biasa.
Mengalami pupus harapan. Juga, mengalami depresi dan stress—tersebab jatuh. Ada
luka yang menganga begitu dalam. Ada darah yang tak memancar keluar—lebam membungkus
luka.
Terkadang itu
semua yang menjadikan diri lebih kuat dari sebelumnya. Lebih tangguh dari sebelumnya.
Dan, belajar arti kerelaan. Disaat itulah, kita mengakrabi jatuh untuk bangkit.
Move up menjadi pribadi tegar dan tahan banting—dengan kembali pada pemilik
hati—Allah.
Saat jatuh…be
strong!
Saat
jatuh…marathon! Marathon dengan target-target mimpi yang harus dicapai. Buktikan,
bahwa jatuh tak akan membuatmu lumpuh, tapi semakin kuat berlari pada-Nya—yang
mungkin selama ini terlalaikan. Nikmati gejolak rasa yang mengaduk-aduk ingatan
lalu, yang menyesakkan, yang menguraikan lagi air mata. Tapi ingat, jangan
hilangkan rasa syukur pada-Nya. Dia tahu kita mampu lewati. Dia hanya menguji
sebesar apa rasa ikhlas menjalani takdir-Nya.
Jangan menyerah…hadapi…lawan…syukuri…
Kita tidak
pernah sendiri, selama kita punya Allah. Dia yang akan menyembuhkan luka setelah
dianggap cukup segala coba-Nya. Jangan pernah abaikan orang-orang yang
menyayangi kita, hanya karena orang yang telah membuat kita jatuh dan sakit.
Mencobalah
untuk bangkit dari sakit, lelehan air mata, benci, dendam, dan apapun tentang
luka.
Jadilah kuat,
dan selamat berjuang dari “jatuh”.
***Bantul, 3
November 2017***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar