Rabu, 16 Desember 2015

MARRIED Vs PASSING GRADE

oleh :Nin Wahyuni
Hasil gambar untuk gambar pernikahan
Hasil gambar untuk gambar pernikahan

What do you think about Married? Apakah hanya dimaknai sebagai bersatunya dua insan yang saling mencintai? Atau hanya dimaknai sebagai pengesahan hubungan biologis saja? Atau dimaknai sebagai pesta pora semata? Islam sebagai agama yang sempurna, bahkan mengatur sebuah pernikahan agar menjadi sesuatu yang mulia.
Menikah itu tidak sesederhana yang kita bayangkan. Tidak hanya berhenti pada pernyataan ijab qobul saja. Bahkan perlu teman-teman ketahui bahwa, pernyataan ijab qobul merupakan sesuatu yang sakral dan memiliki pemaknaan yang luar biasa. Pernyataan ijab qobul berarti si laki-laki siap menanggung diri si wanita yang di pinangnya. Artinya kewajiban orang tua si wanita berganti pada si laki-laki yang menikahinya itu. Itu mengapa menikah bukanlah perkara mudah. Seorang laki-laki harus benar-benar siap lahir batin untuk membimbing  dan mendidik istrinya.
Bukankah dalam pernikahan yang di harapkan adalah tercipta keluarga SAMARA? Bukankah menikah itu tidak hanya berdasar pada pengertian “melestarikan keturunan” saja? lalu apa bedanya dengan binatang yang tidak berakal? Menikah itu punya aturan.
Married Vs Passing Grade. Apa hubungannya? Tentu ada. Menikah itu butuh standart untuk kriteria calon pasangan. Wanita yang cerdas, ia akan memilih laki-laki yang taat beribadah, yang sholeh, bertanggung jawab, dan penyayang, tentunya berasal dari keluarga yang baik. Masalah ganteng, kaya, berstatus sosial tinggi, itu bonusnya. Wanita yang cerdas itu, tidak takut menikah dengan laki-laki yang miskin harta, tapi tidak miskin komitmen dan tanggung jawab.
Sedangkan laki-laki yang cerdas itu, dia akan memilih wanita yang taat beribadah, menutup auratnya dengan baik, cerdas, penyayang, lembut, dan taat pada suami. Masalah cantik, kaya, status sosial tinggi, itu juga bonusnya saja. Bagi laki-laki, jangan tertipu dengan wajah cantik saja, karena akan menyesal nantinya. Wajah cantik dan jadi idola banyak laki-laki?(bisa mati muda gara-gara darah tinggi hlo.hehe). Atau wanita cantik dengan body aduhai?(siap-siap keseret ke pintu neraka ya? Yakin siap? Think again!). Pilihlah wanita yang dapat menjadi ibu dan madrasah terbaik untuk anak-anakmu, serta menjadi pendamping yang bisa membawamu melangkah ke syurga-Nya. Bukankah itu yang dicari?
Ingat! Rumus mencari jodoh itu T1000(paras, harta, keturunan, agama). Jika agama tidak di nomorsatukan, apalah artinya ketiga 0 tersebut. Zhonk! Siap-siap menderita dunia akhirat, karena agama adalah pondasi untuk keluarga SAMARA(Sakinah Mawadah wa Rahmah). Tentunya Allah pun ridho.
Bagi teman-teman yang sudah siap menikah, jangan galau. Luruskan niat, bahwa menikah itu karena ibadah. Jangan pikirkan berapa passing grade yang sudah kita patok untuk sang calon. Insya Allah, Allah akan pilihkan yang terbaik untuk kita. Jodoh itu kan cerminan dari diri kita, jadi pantaskan diri, naikkan grade kita, dan jadilah terbaik di mata Allah. Tugas kita tidak hanya mencari, tapi juga mengusahakan diri menjadi muslim atau muslimah yang baik, tentunya taat pada perintah Allah.
Mau calon hafidz atau Hafidzah? Hafidz atau Hafidzahkan diri dulu. Jangan hanya melulu mencari tapi lupa memperbaiki diri.
Bagi yang sedang dalam penantian, bersabarlah. Si dia yang dinanti sedang memperbaiki diri dan mempersiapkan diri untukmu. Dia yang saat ini diam, bukan berarti takut atau pengecut, tapi sedang menjaga diri agar dapat meraih cinta yang berkah bersamamu. Bukankah jarak itu lebih baik, dan bisa saling menjaga?
Wahai hati yang sedang di rundung resah karena yang di nanti tak kunjung datang, sentuhlah dada kita, dan katakan “Sabarlah wahai hati, dia akan segara datang”. Persiapkan diri kita sebaik mungkin untuk menyambut belahan jiwa yang saat ini sedang berkelana mencari sepotong hatinya(yaitu kita). Tingkatkan takwa, tingkatkan keimanan, dan teruslah berdoa agar si dia tak salah menjatuhkan hati.
Wahai teman-temanku, jika engkau masih gundah, istikharahlah. Karena itu adalah jembatan terbaik untuk bertemu dengan si dia. Tak selalu melalui mimpi, karena Allah memiliki sejuta cara untuk mempertemukan hamba-Nya yang saling mencintai karena-Nya. Berdoalah, karena doa adalah bahasa paling indah untuk kita meminta pada-Nya.
Ya akhi, Ya ukhti…semoga kita mendapat jodoh yang terbaik, yang dapat membersamai langkah kita menuju syurga-Nya yang abadi dan penuh dengan kenikmatan.
Wallahua’lam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar