Senin, 26 Oktober 2015

Rindu


Oleh :Nin Wahyuni

Paparan surya tak mampu lagi menghangatkan dinginnya jiwa. Karena malam telah menutup sinarnya. Dalam malam yang ditemani semilir angin yang mengusik jiwa, aku kembali terpekur dalam lamunan. Entah apa yang ingin kusemai malam ini. Bagiku, semua telah berakhir sejak luka itu tertoreh di sudut hatiku. Tidak! Aku tak pernah mengakhirinya. Hanya saja aku ingin berdiam diri membelai malam-malam sunyi untuk belajar memaafkanmu dan… ahh rasa itu masih saja membekaskan luka. Tapi biarlah aku bak kemerlip bintang yang berbaur di tengah bebintang yang bersinar. Kau takkan bisa menemukanku di tebaran angkasa yang luas, tapi aku selalu bisa menemukanmu dimanapun sembunyimu. Bukan! Aku bukanlah jin, setan, atau malaikat, bahkan Tuhan sekalipun. Aku hanya manusia biasa yang selalu menyambutmu istimewa di hatiku, hingga rasa ini selalu mampu menemukanmu. Dimanapun.
Mungkin saja kau mulai pudarkan rasamu padaku, ketika kau merasa lelah untuk terus mencariku, tapi aku tetap disini. Menantimu. Entah, apakah ini akan berakhir sia-sia atau berakhir dengan tangis bahagiaku yang pecah dengan uluran tanganmu? Aku tak tahu. Hanya saja rasa itu terkadang terus menarik-narik ke hulu hatiku. Sejenak lepas dari bayangmu aku tak bisa. Kau telah duduk di singgasana hatiku yang kian rapuh karena kau tak jua menemukanku.
Mungkinkah kekuatan yang kian kikis ini mampu membuatku bertahan? Terpaan demi terpaan kian lantang menerbangkanku. Tapi aku, tetap disini untuk sebuah kepastian darimu. Karena Allah-ku, masih sudi menjagakan rasa ini untuk tetap utuh untukmu, sampai kau hadir dihadapanku memberi keputusan.
Doaku masih terpanjat untukmu. Selalu.
Sudikah kiranya kau selipkan pula namaku disela untaian doamu? Biarkan kita bertemu dipenghujung rindu atas karunia-Nya. Jika itu terlalu berlebihan, biarlah kusimpan saja rasa yang terus menggebu di dasar hati ini. Biar hanya aku dan Allah yang tahu tentang rangkaian kisah ini.
Jika malampun tak mampu membelaimu dengan mesra, biarkan dingin menghimpun tidurmu, untuk bertemu rindu bersamaku.
Rindu…itu satu kata yang selalu terucap di benak hati yang tak pernah berbohong. Untuk dirimu yang kurindu, kubiarkan penantian ini menjadi indah.
***


Tidak ada komentar:

Posting Komentar